Catcall: Cara Laki

Catcalling adalah jenis pelecehan seksual verbal yang seringkali tidak disadari.

Bạn đang xem: Catcall: cara laki

“Hai cewek, mau ke mana?” atau “Kiw kiw.. suit suit!” beberapage authority dari kamu pasti ada yang pernah mengalamày hal ini saat melewati sekelompok laki-laki yang sedang duduk-duduk. Sikap ini disebut dengan nama catcalling.

Menurut Oxford Dictionary, catcalling didefinisikan sebatua siulan, panggilan dan komentar yang bersifat seksual dari seorang laki-laki kepadomain authority perempuan yang lewat dihadapannya. Catcalling akan berkembang menjadi street harassment, yakni bentuk pelecehan seksual yang dilakukan di tempat umum.

Sayangnya, catcalling sering dianggap lumrah oleh sebagian orang terutama di Indonesia. Padahal, pelecehan seksual jenis ini bisa menjadi berat karena setiap kata-kata godaan yang keluar dari mulut pria memiliki arti tersembunyi.

Meskipun masuk ke dalam kategori pelecehan seksual, namun pelaku catcalling belum bisa ditindak secara hukum. Hingga saat ini hukum pelecehan seksual di Indonesia masih fokus pada pelecehan seksual secara fisik saja.

Padomain authority tahun năm nhâm thìn lalu, sebuah lembaga swadaya masyarakat yang dibentuk guna mendukung penyintas atau korban pelecehan seksual, Lentera Sintas Indonesia (LSI), melakukan sebuah survei tentang pelecehan seksual verbal.

Hasilnya, pelecehan seksual secara verbal menjadi jenis kekerasan seksual yang paling umum terjadi. Survei tersebut berlangsung selama bulan Juni năm nhâm thìn, dengan jumlah responden sekitar 25.213 baik dari kota maupun daerah.

Xem thêm: Adobe Cc 2017 Direct Download Adobe Photoshop Cc 2017 Full Version

(BACA JUGA: Lakukan Ini Saat Menjadi Korban Catcalling)

*

Ternyata, 58 persen dari responden tersebut pernah mengalangươi pelecehan seksual secara verbal.LSI juga mengungkapkan bahwa menurut Komimê mệt Nasional Perempuan, pelecehan seksual ada beberapa kategori.

Verbal, fisik, pemaksaan melihat konten porno, intimidasay đắm atau ancaman saat melakukan aktivitas seksual, serta pemerkosaan.

Mariamãng cầu Amiruddin, selaku Kepala Subkomiham Bidang Partisipaham mê Publik Komimê man Nasional Perempuan mengatakan, masyarakat di Indonesia baru mengenal taraf kekerasan seksual dari lapisan luarnya saja. Belum sadar apa itu dampaknya, penyebabnya, hingga bentuknya.

“Misalnya ada perempuan lewat terus disiulin laki-laki yang tidak dikenal, tindakan laki-laki tersebut sebetulnya adalah bentuk pelecehan. Tapi tindakan tersebut seakan-akan dianggap benar dan biasa, seperti setiap perempun dididik bahwa disiul itu adalah hal yang wajar karemãng cầu mereka adalah perempuan,” ujar Mariana.

Ia menambahkan, sudah tugas negara seharusnya menjamin setiap penduduknya mendapat jaminan keamanan termasuk soal pelecehan seksual. Kesadaran pemerintah akan pentingnya penegakan hukum bagi pelaku pelecehan seksual adalah hal yang sangat penting dan harus dilakukan.

Berdasarkan data survei yang adomain authority, hingga saat ini penyelesaian kasus pelecehan seksual di Indonesia baru sekitar satu persen dari jumlah keseluruhan kasus pelecehan seksual.